BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR
bisik Pelayan Torop dengan wajah cemas, melihat situasi yang semakin runyam dan suasana yang begitu berat seolah udara di depan gerbang membeku.
Aku menatap kerumunan itu sejenak. Apa yang bisa kukatakan dalam suasana secanggung ini? Memberi ucapan duka cita? Itu akan terdengar munafik. Meminta maaf? Itu sama saja menghancurkan wibawaku sebagai Raja Doli.
"Ahem!" aku berdehem keras, memecah kesunyian.
"Keluarga Manullang bisa menguburnya. Setelah itu, bawa mereka semua masuk untuk makan dan mandi... lalu pergi tidur," ucapku datar.