Anak yang Kubenci
Sekarang bapak sudah nggak ada dan aku belum bisa bekerja karena masih nifas.
"Anak itu rejeki, Rita. Kamu tahu, dulu sepuluh tahun baru Allah mempercayai momongan pada Ibu dan Bapak. Itu pun dengan banyak doa dan ikhtiar. Sekarang, Allah memberimu kemudahan dalam memiliki momongan, malah kamu mau membuangnya?" Ibu menatapku tidak percaya.
"Ya sudah, terserah Ibu. Tapi, nanti kalau kesulitan uang jangan minta-minta, ya? Apalagi minta sama Rita, Rita nggak akan ngasih," kataku sambil melengos.
Hot Chapters