Dinikahi Mas Pandu
terdengar begitu lembut suara Pandu saat berbicara, Zita tersenyum.
"Capeknya aku urus anak-anak itu ibadah, kamu jangan pernah mikir kalau aku akan nyesal udah lahirin tiga anak kamu. Suatu hari kalau aku kesal, ya wajar, manusiawi, tapi harus kamu ingat, marahnya seorang Ibu, cuma di mulut, di dalam hati justru terus mendoakan yang terbaik untuk anak. Watak alami Ibu-ibu emang begitu, kan." Zita mencium jemari suaminya. Ia justru bahagia karena bisa berkumpul satu kamar bersama suami dan anak-anaknya walau di rumah sakit. Tatapan bahagia tak bisa lepas dari pasangan suami istri itu. Pandu tersenyum sambil menganggukkan kepala.