TAKHTA BAYANGAN
“Mereka terlihat begitu dekat, tapi juga terasa sangat jauh.”
Dante, yang duduk tidak jauh darinya, menoleh. “Apa maksudmu?”
“Seperti mimpi,” jawab Ayra, matanya tetap terpaku pada langit. “Kita bisa melihatnya, merasakannya di ujung jemari, tapi kita tidak pernah benar-benar bisa menggapainya.”
Elena, yang sibuk mengasah senjatanya, melirik sekilas. “Kau sedang filosofis malam ini, Ayra.”
Hot Chapters