Perjalanan Yang Mendebarkan
“Aku tahun ini sudah 43 tahun, lho!]
[Apa? Nggak kelihatan sama sekali, mirip seperti kakaknya Tina. Seharusnya aku panggil kamu kakak!]
“Dasar si mulut manis! Sudahlah, aku nggak mau meladenimu lagi, makin dibahas makin menjadi-jadi!]
Setelah itu kami berdua tidak lagi saling berkirim pesan. Dia tetap duduk di pangkuanku, sementara aku reflek memeluk pinggulnya yang montok dari belakang tanpa melakukan tindakan nekat lagi.
Hanya saja, entah mengapa muncul rasa hangat yang aneh dalam hatiku, sebuah perasaan yang sangat nyaman dan sulit dijelaskan terus berputar di dalam hati. Sensasinya benar-benar luar biasa indah!
Saat tiba di Gunung Merpat, waktu sudah mendekati siang hari.
Di kaki gunung
Bab Populer