Ketika Istriku Minta Talak
Aku mengangguk.
“Lalu kenapa kau bisa tega padaku?” lirihnya.
“Mas, hatiku dan hatimu, sama sakitnya. Juga hati Diva. Kita bertiga sama-sama menderita, Mas. Tetapi, Diva sudah terbiasa dari kecil, selalu mendapatkan apa yang diingininya, sehingga dia tak sanggup menghadapi kenyataan saat inginnya kali ini tak terpenuhi. Dia jauh lebih menderita, Mas. Beda dengan kita. Aku dan kamu, kita berdua selalu merasakan kecewa. Kita berdua sudah terbiasa merasakan suatu keinginan yang tak jadi kenyataan. Kita pernah berpisah, lihat, kita baik-baik saja, bukan! Kita pasti bisa menjalaninya. Beda dengan Diva, Mas. Dia bisa mati. Pergilah!”
Bab Populer