Pesugihan Genderuwo
Desa itu kini dijuluki Desa Pesugihan—tempat lahirnya kutukan, tempat kematian menjadi warisan.
Orang-orang berkata, jika kamu berani datang ke reruntuhan desa itu saat bulan gelap, kamu masih bisa mendengar suara tawa anak-anak, jeritan wanita terbakar, dan teriakan warga yang meminta ampun.
Bila kamu tak segera pergi, mungkin kamu akan menjadi bagian dari kutukan itu, selamanya.