Menjadi Tuan Tiga Dewi Merpati Cantik
Di depannya, secangkir teh herbal panas menguap, tapi pikirannya jauh ke adiknya, Laila.
"Kita tidak bisa terburu-buru," kata Dewi sambil menuangkan teh untuk semua. Suaranya tetap tenang, tapi kerut di dahinya menunjukkan kekhawatiran. "Desa Merak lama sudah lama ditinggalkan. Kalau Ras Elang sudah tahu lokasinya, mereka pasti pasang jebakan."
Lira, yang sudah agak pulih setelah dirawat semalam, duduk bersandar di kursi dengan selimut tebal. Wajahnya masih pucat, tapi matanya penuh tekad.
Hot Chapters