Pelayan Ibu Tiri dan Dua Putri Cantiknya
Aku melangkah keluar dengan sangat perlahan dan hati-hati, menyusuri lorong kamar demi kamar sembari mataku tajam menyapu deretan nomor kamar yang tertera di dinding wallpaper.
Hingga akhirnya, di ujung koridor lorong kanan yang remang, pandangan mataku menangkap dua sosok yang sedang berdiri tegap tepat di depan sebuah pintu kayu jati besar bernomor kamar 152.
Risma tampak menempelkan kunci kartu elektroniknya ke sensor pintu hingga berbunyi *klik* halus disusul lampu indikator hijau yang menyala aktif. Sebelum tubuh mereka berdua melangkah masuk melewati ambang pintu, Ayah membalikkan tubuh Risma menghadapnya, merangkul pinggul calon menantunya itu erat-erat lalu melumat bibir Risma dengan