ISTRIKU LUPA AKU SUAMINYA
Kata Bi Isah pada Kelam yang kini berada di dapur, mengecek bahan makanan yang seharusnya tugas Sarala sehari-hari.
“Dia kaget gak bi lihat kamarnya?” Tanya Kelam sembari duduk di salah satu kursi, mengambil gelas dan menuangkan air ke dalamnya.
“Kaget pak, katanya bagus banget, luas..”
Kelam mengangguk-angguk. Tentu saja, istrinyalah yang mendesain semua ruang dan sudut rumah ini dengan para arsitek pilihan. Sarala tidak suka rumah yang bertingkat, dia lebih suka rumah yang luas. Maka, Kelam mencari arsitek terbaik untuk mewujudkan hal itu. Rumah ini memiliki empat kamar, kamar Soga, dua kamar tamu, dan kamar mereka.
Hot Chapters