Istri yang Terbuang
“Pulanglah, memangnya kemana? Gimana kalau Mas Firman lihat kita berdua, bisa mati aku Zidan.”
Zidan nampak hanya membalas dengan sedikit senyum, lalu melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
“Hmmz, beli sate dulu ya? Aku mau sate yang disana.” Tunjum Nirmala kearah kanan jalan. Zidan mengangguk paham, memutar kemudi.
Saat mobil benar-benar berhenti, Nirmala dengan cepat ingin membuka pintu. Namun, Zidan menahan dan menunjuk kearah dalam warung sate itu.