Hamil anak siapa?
Devinta tersenyum, “masih lama, sabar ya, sayang. Anak Mama harus sembuh dulu baru boleh sekolah lagi.”
“Tapi Deva bosan, Ma,” keluhnya.
Devinta justru menciumi wajah tampan Deva, hal itu membuat sang putra tertawa geli. “Ma,” panggilnya.
“Hum? Apa?” Devinta tersenyum penuh ketulusan.
“Papa Arkana, apa dia memang benar bukan Papa kandung … Deva? Dan Nadia, dia anak kandung Papa Arkana?”