Demi Anak Angkat, Aku Dikorbankan
Saat Kepala Pelayan hendak mengatakan sesuatu, dia disela oleh kata-kata Ayah, "Sudah, sekarang waktunya makan. Jangan membicarakan hal-hal yang menyebalkan seperti ini. Setelah makan malam, tanyakan padanya apakah dia mengakui kesalahannya. Kalau dia mengaku salah, suruh dia minta maaf pada adiknya dengan benar. Itu saja untuk saat ini."
Setelah mengatakannya, Ayah seakan melupakanku dan menatap dengan lembut ke arah putri angkatnya, Wisha Sarman, dan putranya, Yovan Sarman, yang sedang makan di sampingnya. Ayah mengupas udang dan menaruhnya ke mangkuk Wisha.
"Ada apa Wisha? Kenapa kamu makan sedikit sekali? Kamu paling suka udang, makanlah lebih banyak lagi," ucap Ayah sambil mengusap ramb