Garis Keturunan yang Tercemar
Aku hamil delapan bulan. Satu kontraksi serasa seperti sebilah pisau yang merobek tubuhku.
Namun suamiku, Darren sang bos mafia, menolak membawaku ke rumah sakit.
Anggi, istri dari mendiang kakaknya, juga sedang menunggu waktu melahirkan.
Untuk membuka jalan agar dia bisa melahirkan lebih dulu, Anggi menunjukkan apa yang disebut-sebut sebagai bukti perselingkuhanku, bersikeras bahwa anak yang kukandung tidak memiliki darah Keluarga Pandita.
Karena pewaris Keluarga Pandita haruslah cucu laki-laki pertama yang lahir.
Darren memercayainya. Dia mengurungku di sebuah gudang anggur tua yang terbengkalai.
"Jangan sedetik pun kamu pikir aku nggak tahu apa yang sudah kamu lakukan. Dengar baik-baik. K