BATARI
Di dalam kepala Batari, suara Lenka mendesis keras, mengeluarkan tawa sarkasme cabul yang amat memuakkan dan bergema di dinding kesadarannya.
“Lihatlah bagaimana pejantan bodoh ini memujamu layaknya seorang dewi yang agung, Batari... padahal dia hanya sedang menjilat kakinya sendiri di depan gerbang neraka. Dia pikir dia sedang menguasai dan menaklukkan sang dewa dengan kekuatan fisiknya yang menjijikkan ini, padahal dia hanyalah kerbau dungu yang berjalan sukarela menyerahkan lehernya untuk disembelih di atas altar dendam kita. Teruslah memuja, Victor... biarkan air manimu keluar hingga kering dan tenagamu habis terkuras, karena setiap tetes yang kau tumpahkan malam ini di atas rahim ini ad
Hot Chapters