DOSA TERINDAH
“Kalau sama kamu nggak perlu pengalaman, Sayang. Semua mengalir begitu aja, karena ada perasaan yang terlibat di dalamnya. Bukan hanya sekedar nafsu, tapi niat beribadah dan mendapat ridho-Nya. Sayangnya tadi lupa salat dua rakaat dulu. Nanti kita sama-sama belajar lagi, ya.”
Aku terenyuh.
“Tapi tadi baca doa dulu, kan?” tanyaku menatap.
“Kalo itu pasti, Sayang. Aku nggak mau setan-setan ikut menikmati keindahanmu.”
Lalu lelaki itu membaca doa yang diucapkan sebelum menjalani ritual suami istri.
“Kenapa malah baca doa?” Aku tertawa mendengarnya. Tapi dia justru menatap tajam.