Aku ,Target balas dendam CEO
"Kurang ajar kalian."
Meski begitu ia ikut tertawa, setelah sekian lama, tawa itu terasa ringan ,tidak dibuat-buat ,tidak dipaksakan ,ia tertawa tanpa memikirkan rumah yang sunyi ,tanpa memikirkan masa lalu yang terkadang masih menyisakan luka tanpa memikirkan hal-hal yang biasanya membuat dadanya terasa sesak ketika malam tiba ,ia hanya menikmati jam siang yang sederhana itu ,suara tawa yang jujur ,semangat anak-anak muda yang menular dan kehadiran teman-teman sejawat yang membuat hari-harinya terasa jauh lebih riang.
Hot Chapters