Obsesi Tuan Kaivan
ucapnya dalam hati, berulang-ulang, seolah ingin menanamkan kalimat itu jauh ke dalam dirinya.
Pagi harinya, ia duduk diam di depan meja kerja sambil menatap satu nama di layar ponselnya. Kaivan Adhitama. Nama yang selama bertahun-tahun selalu menjadi alasan dirinya tersenyum, tetapi kini justru membuat dadanya terasa nyeri.
Dengan tangan gemetar, Alesha akhirnya menghapus kontak itu. Hanya satu sentuhan kecil, sederhana namun air matanya tetap jatuh tanpa bisa ditahan.