Pendekar Kera Sakti
"Bocah gemblung! Tutup mulutmu! Atau, ku tarik lidahmu keluar hingga putus saat ini juga!"
Melihat Putri Budukan naik pitam, Dewa Geli geleng-geleng kepala. Namun setelah mengangkat bahu, dia tertawa lagi. "Hi hi hi.... Aku bicara karena aku punya mulut. Aku tertawa karena aku merasa senang. Mumpung mulutku masih utuh, mumpung masih ada rasa senang di hatiku, siapa pun tak dapat melarang aku untuk bicara dan tertawa. Hi hi hi.... Tak juga kau, Putri Budukan! Kau tak punya hak untuk melarangku bicara dan tertawa! Hi hi hi.... Kalau ada orang yang punya hak melarang orang lain untuk bicara ataupun tertawa, maka berakhirlah usia dunia ini. Hi hi hi...."
Hot Chapters