Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Ujung Perpisahan

Di Ujung Perpisahan

Ternyata sejauh itu pengorbanannya. "Dimana suamimu?" Tanya Fauzi membuyarkan lamunan Indah. "Oh.. sedang ke Singapore lihat progres pekerjaannya." Ketiganya lanjut berbincang sampai tak terasa sore menjelang. "Jika kamu masih membutuhkan pertolongan, jangan segan hubungi kami." Ucap Rafael. "Baik. Semoga saja tidak ada masalah lagi kedepannya." Indah berharap demikian.
1050.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai di seberang
Baca
+Pustaka
PENDEKAR LEMBAH HANTU

PENDEKAR LEMBAH HANTU

Di belakang mereka ada hutan belantara yang lebat. Awehpati tak menjawab dia menarik tangan Rangga menjauh dari laut. Lalu berkata "Kita sudah bukan di dunia kita lagi, kita masuk ke alam seberang." "Alam seberang? Apa kita sudah mati?"tanya Rangga.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai di seberang
Baca
+Pustaka
Pengasuh Kesayangan Tuan Hartawan

Pengasuh Kesayangan Tuan Hartawan

Ingin segera sampai di tujuan lebih cepat lagi. Pantai Marina di Sekupang yang samar terlihat, pertanda sudah hampir sampai di destinasi. Kecepatan mobil dipelankan, tetapi pandangan mata dipertajamkannya. Suasana jalanan pantai cukup ramai pagi ini. Setelah mengambil jalan kecil yang membelok, Herdion akan membawa kendaraan menyeberangi sebuah jembatan dengan pemandangan laut yang indah. Surya pagi membias di air laut sangat sempurna.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 545 kali sebagai di seberang
Baca
+Pustaka
Wanita Dambaan Tuan Otoriter

Wanita Dambaan Tuan Otoriter

jawab pria paruh baya itu. Sekitar lima belas menit perjalanan, kami lalu menaiki sebuah ferry penyebrangan. "Tadi kita lewat jembatan, sekarang kita naik kapal buat nyeberang sungai Kapuas ini," jelas Pak supir. "Ooh, ini yang namanya sungai Kapuas, Pak?" tanya Nanda antusias. "Iya," jawab si bapak. Ternyata kami sudah melewati sungai terpanjang se-Indonesia itu tadi pagi. Hanya saja tadi kami melewati sebuah jembatan penyebrangan. Kini kami melewatinya lagi dengan sebuah kapal.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 538 kali sebagai di seberang
Baca
+Pustaka
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

'glegg' Jingga terus menerus tercekat salivanya, tenggorokannya mendadak sangat mengering hingga jantungnya berdegup kencang mendengarkan apa yang barus aja diteriakan pria di atas lembah itu. "Apakah ada jalan untuk kita bisa melihat siapa yang bersuara diatas sana?" tanya Badai kepada Adjie. "Tentu, ayo ikuti aku." ucap Adjie sambil berjalan mengikuti jalans etapak menuju bagian atas lembah yang kian curam itu. Badai terus mengikutinya, pria ini sudah yakin jika suara yang didengarnya itu adalah suara Erik. Namun dua suara lainnya Badai tak bisa mengenalinya.
825.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 645 kali sebagai di seberang
Baca
+Pustaka
The Seven Phoenix Shards

The Seven Phoenix Shards

Sera mengeluh. "Entahlah, kata Vano, kita hanya perlu melewati lorong itu. Itu, loh, yang di depan sana." Aku menunjuk ke arah sebuah jembatan, yang di bawahnya terdapat lorong gelap seperti gua. "Kita ini sebenarnya di dunia mana, sih, Ar?" Sera mempercepat laju perahu, dengan kekuatan apinya.
95.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai di seberang
Baca
+Pustaka
JERAT HASRAT TETANGGA TAMPAN

JERAT HASRAT TETANGGA TAMPAN

“Ikut bersamamu?” “Iya, kita bisa mulai semuanya dari awal lagi,” tangan Adrian kini menjulur. “Aku akan membawamu ke tempat yang indah. Di ujung sana.” Dagu Adrian mengarah ke belakang pundak Andini. Andini menoleh. Ada sebuah jembatan yang melintasi sungai yang jernih. Di seberang sungai itu daerahnya lebih rimbun dan asri. “Ayo,” ajak Adrian lagi.
27.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 955 kali sebagai di seberang
Baca
+Pustaka
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

ujar petapa tua tersebut. Seta menurut. Pandangannya ditajamkan, menatap lebih teliti lagi ke sekitar. Sang prajurit merasa tidak asing dengan apa yang ia lihat di seberang sungai, di arah timur. “Kita sedang berada di pinggiran kotaraja,” ujar Ki Sajiwa, mendahului pikiran Seta. Sang prajurit hanya manggut-manggut. Benar sekali. Meski kurang begitu jelas karena jauhnya jarak, beberapa bangunan di seberang sungai sana tampak tidak asing di matanya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai di seberang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status