Bayang di Balik Kabut
“Tapi kenapa rasanya... aku mengenal nama tempat ini?”
Mereka bertiga turun dari dataran tinggi, melewati padang berbatu menuju pintu gerbang Varethas yang tersembunyi dalam kabut ungu pekat. Sepanjang perjalanan, tidak ada suara burung, tidak ada tanda kehidupan. Hanya keheningan yang membentang seperti janji sunyi akan sesuatu yang besar dan mengerikan.
Gerbang batu itu menjulang tinggi, penuh ukiran simbol darah yang belum pernah Laras lihat sebelumnya—bentuknya seperti serpihan bulan, mata terpejam, dan api yang terbelah dua.
Bab Populer