DIARY SKIZO
Di depanku terhampar interior bernuansa ungu cerah dan beberapa perabotan warna senada yang terlihat masih baru.
Ah, suamiku ... istri mana yang tak bahagia jika melihat pemandangan seperti ini.
Kebahagiaan ini bukan karena memandang rumah sebagai lambang kemampuan finansial suamiku, tetapi karena nilai estetis yang dia tuangkan di dalamnya. Sesuai yang kubayangkan selama ini.
Sepuluh hari yang lalu, sebelum pulang ke Banyuwangi, rumah ini masih bernuansa abu putih dengan perabotan ala kadarnya. Entah sejak kapan malah berubah secantik ini.