Menulis surat untuk meluluhkan hati seseorang itu seperti merangkai puisi dalam bentuk prosa—harus jujur, tapi juga penuh kehati-hatian. Aku selalu mulai dengan menggambarkan momen spesifik yang pernah kami alami bersama, misalnya, 'Ingat waktu kita ke pantai dan kamu tertawa karena aku terjebak ombak?' Detail kecil seperti itu bikin surat terasa personal.
Paragraf kedua biasanya kupakai untuk mengungkapkan perasaanku tanpa terlalu berat. Misalnya, 'Aku nggak pernah bilang ini sebelumnya, tapi senyummu itu kayak alarm yang bikin hari-hariku lebih cerah.' Hindari kata-kata klise seperti 'kamu sempurna'—lebih baik tunjukkan bagaimana dia memengaruhi hidupmu secara konkret.
Terakhir, aku tutup dengan harapan sederhana, bukan tuntutan. Contohnya, 'Aku cuma mau kamu tahu kalau ada seseorang yang selalu senang mendengar ceritamu.' Surat yang tulus nggak perlu panjang, tapi harus meninggalkan jejak di hati.