Kau Lukai Aku, Kubuka Aibmu
"Iya, tapi Mas bosan minumnya. Lagian buat apa? Mas sehat saja kok, baik-baik saja. Kamu itu aneh, memperlakukan Mas berlebihan seolah-olah Mas akan mati."
"Astaghfirullah, Mas. Ya, nggak lah! Siapa juga yang mau suaminya lekas mati, justru aku kasih Mas biar Mas berumur panjang, sehat selalu. Hani nggak mau kehilangan Mas," ujarnya terdengar lirih terlihat sendu.
Akhirnya aku tak bisa menolak keinginannya. Namun aku minta diberi jarak agar tak setiap hari juga minum minuman itu. Lidahku terasa mati karena rasa kelat dari minuman yang tiap hari selalu kuminum.
Hot Chapters