Dua Tuan Tampan
Arjuna adalah tipe yang tidak mentolerir alasan pribadi.
"Tidak ada, Bapak," jawabnya.
Arjuna mengangguk tipis, lalu kembali fokus pada monitornya. Raina berbalik, kembali ke ruangannya.
Setibanya di meja kerjanya, Raina kembali meraih ponselnya. Ia menatap pesan dari Bima. Ada rasa kecewa yang mendalam. Impiannya untuk menikmati pameran seni, untuk kembali ke dunia yang ia cintai, kini harus terkubur lagi di bawah tumpukan pekerjaan Arjuna. Ia merasa terkurung, terperangkap dalam rutinitas yang monoton dan janji-janji pekerjaan yang tak ada habisnya.
Hot Chapters