Pembalasan Sang Dokter Jenius
Di dalamnya, tersimpan dua benda terkutuk yang ia ambil dari rumah Pak Sanusi—buhul kain kafan dan kotak kayu berisi santet.
Joko menatap tas itu dengan tatapan tajam.
“Kau harus memusnahkannya, bocah,” suara Khodam terdengar di benaknya, nadanya serius. “Benda-benda itu seperti bangkai busuk. Kalau disimpan terlalu lama, baunya akan mengundang lalat-lalat gaib lainnya.”
“Aku tahu,” gumam Joko pelan, suaranya parau. “Tapi tidak malam ini. Aku terlalu lelah.”