SANG PENAKLUK MAFIA
Dom terkekeh, "Kau hanya bertemu dengan Lucca, Abi. Masih banyak yang lebih kejam darinya di luar sana tapi jarang ada yang setampan dia. Aku sudah pernah bertemu dengan beberapa orang sepertinya dan mereka hanya menang kekuasaan meski wujud mereka memuakkan. Tapi siapa yang peduli, terutama bagi para wanita. Jika bisa memenangkan hatinya, kau akan menjadi segalanya. Meski banyak juga yang tidak peduli, seperti Lucca saat ini."
"Pasti ada alasannya bukan?"
Dom terdiam sesaat, "Ya. Selalu ada alasan yang mendasari seseorang mengambil pilihan hidupnya meski aku percaya, dia hanya belum menemukan wanita yang tepat saja."
"Mungkin dia gay."
Dom tertawa, Abigail meringis dengan kata-katanya yang
Sikat na Kabanata