Terpaksa Menjadi Istri Kedua, Ternyata Suamiku Mencintaiku
“Ayoo bangun, Sayangku,” Angga mencoba lagi, kali ini mencubit hidungku gemas.
Aku membuka mata sedikit, memohon. “Mas, aku masih capek dan lemas banget. Kamu duluan aja.”
Angga tertawa pelan, tawa yang membuatku ingin meninjunya sekaligus menciumnya. “Loh, kan seharusnya yang kecapekan itu aku, sayang?” godanya, matanya penuh ejekan jenaka.
Mataku langsung terbuka lebar. Aku mendorong pelan wajahnya. “Enak saja kamu, ya, kalau ngomong!”
Angga tertawa puas. Ia mencium bibirku singkat, sebuah sentuhan pagi yang membuat jantungku berdesir. “Yasudah, kamu tidur lagi sebentar. Aku mandi duluan, Muachhh…”
Setelah mandi, kami berdua berdiri berdampingan. Keintiman semalam mengubah segalanya.
Hot Chapters