Ketika Mas Gagah Tiba
Dompet.
“Di sini, ada uang yang lumayan. Pakai saja untuk kebutuhanmu. Sekalian untuk kebutuhan pernikahan kita. Dekor, katering, dan semuanya, beri DP saja dari sini. Selebihnya aku yang lunasi.” Nata mencabut kartu ATM dari dompetnya, dan menyerahkan padaku.
Aku terpana, ragu untuk mengambilnya.