Ada satu drama natal yang selalu bikin aku tersentuh setiap tahun, judulnya 'The Christmas Ornament'. Ceritanya tentang dua saudara yang terpisah karena kesalahpahaman keluarga, tapi akhirnya bertemu lagi di malam natal karena sebuah ornament tua. Yang bikin special itu gimana mereka perlahan membuka luka masa kecil sembari menghangatkan hubungan di tengah salju. Adegan dimana mereka berbagi kue ibunya yang resepnya disimpan selama 20 tahun? Aduh, air mata langsung meleleh!
Yang lebih dalam lagi, drama ini nggak cuma manis-manisan. Konfliknya realistis banget - ada rasa dendam, pengkhianatan, tapi juga pengampunan. Aku suka bagaimana simbol-simbol natal (lilin, pohon, hadiah) dipakai untuk mewakili perjalanan emosional mereka. Terakhir kali nonton, aku sampai harus pause dulu pas adegan rekonsiliasi di gereja tengah malam - terlalu banyak bawang bombay di sekitar!