Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

Dhuar! Ledakan beruntun terjadi saat Ajeng mengibaskan Selendang Putri Naganya berputar disekeliling tubuhnya. Sungguh sangat luar biasa jurus Selendang Putri Naga yang diperlihatkan oleh Ajeng. Hasilnya, dataran taman bunga yang ada ditempat itu langsung rata dengan tanah, tapi tak ada tanah yang berlubang akibat ledakan itu, rupanya Ajeng sudah begitu sempurnanya menguasai jurus Selendang Putri Naganya sehingga mampu mengendalikan dahsyatnya serangan Selendang Putri Naganya. Ajeng terlihat tersenyum puas melihat hasil yang dicapainya. Dengan sekali memutar tangannya, selendang hijau putri naga sudah melilit dipinggangnya yang ramping, dan dengan senyum jelitanya, Ajeng kemudian berbalik me
9.5243.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai dongeng 12 putri menari
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Baca Semua Ulasan
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Apakah kau sudah gila, Gentong?" Nirmala terkejut menyaksikan kejadian itu. Ia tidak tahu kekuatan apa yang telah memengaruhi sehingga lelaki separuh baya itu mampu menari begitu erotis. Padahal mendengar suara gamelan saja alergi. "Tuan Puteri!" seru srikandi tercantik dari lima tokoh muda itu. "Aku tidak sanggup lagi bertarung!" Puteri Rinjani yang tengah bertarung sengit dengan Dewi Anjani menoleh ke arah seruan itu. Ia terperangah kaget dan melayang turun ke hadapan mereka.
9.947.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai dongeng 12 putri menari
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Terima kasih buat semua readers, teristimewa untuk yang memberi quotes dan gem, kehadiran kalian telah memberi sumbangsih besar dalam penyelesaian cerita ini. Sudah terbit: Mengejar Cinta Puteri Bangsawan
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
Transformasi Sang Tuan Putri

Transformasi Sang Tuan Putri

“Kamu jangan asal bicara! Jangan menyepelekanku, coba saja kamu sebutkan beberapa kerajaan. Semua Putri dari kerajaan lain aku pasti akan mengingat namanya! Atau putri dari para pejabat di kerajaan Kakek ini pun, aku tahu nama-nama mereka! Yanyin, Yuyi, Anke, Nini, aku mengenal mereka semua!” Wilda menggelengkan kepalanya. “Otakmu memang hanya berisi dengan nama wanita! Nama-nama yang kamu sebutkan tadi juga bukan nama para Putri kerajaan, tapi nama para penghibur dari balai Teratai!” Sejak Wilda terus berdebat dengan Andi, Anan menulis surat untuk Bei Zihan. Beberapa hari yang lalu, mereka kebetulan bertemu ketika Anan kembali dari perbatasan. Kemudian mereka bersama-sama pergi mengunjungi
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai dongeng 12 putri menari
Baca
+Pustaka
Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan

Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan

Nyanyian dan tarian terus dimainkan, arak terbaik dituangkan, makanan terbaik tersaji untuk mengenyangkan perut para tamu undangan. Rasa kantuk kembali menyerang Dongmei. Dia menguap lebar tepat saat tatapan raja terarah kepadanya. “Sepertinya kau tidak menikmati permainan kecapi Jing Fei, Putri Meifeng?”
9.816.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 634 kali sebagai dongeng 12 putri menari
Baca
+Pustaka
Pendekar Tanpa Wajah

Pendekar Tanpa Wajah

Dia tak ingin pasif dan mulai maju untuk menyongsong lawannya. Mereka menyerang kembali, satu sama lain, dalam irama nyaris seperti tarian. Nona Sheng menggiring air dan petir seperti pelukis menggambar dalam badai, sedangkan Putri Suci menari dengan angin, menghindari, menangkis, dan sesekali menyerang dengan ledakan mematikan yang dibalut keanggunan mematikan. “Hebat!” “Luar biasa mengagumkan!”
9.948.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai dongeng 12 putri menari
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Baca Semua Ulasan
Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

“Semua sudah siap, Ndoro. Para penari lain sudah berkumpul di pelataran.” Sekar Wangi berdiri perlahan, mengambil selendang itu dengan gerakan halus. Ia menatap bayangannya di cermin. Raut wajah yang nyaris sempurna, bibir merah tipis, sorot mata yang tajam tapi teduh. “Mereka menari untuk menghibur rakyat,” katanya pelan sambil melingkarkan selendang di lengannya. “Tapi aku menari... untuk diingat.”
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai dongeng 12 putri menari
Baca
+Pustaka
Waspadalah, Nyonya Tak Sudi Lagi Ditindas

Waspadalah, Nyonya Tak Sudi Lagi Ditindas

Ibunya pernah bilang bahwa gadis di dataran tengah tidak jago memanah atau berkuda tetapi sangat ahli dalam keterampilan halus seperti menari, menyulam, dan melukis. Dia sendiri belajar menari tetapi jenis yang berbeda dengan yang dimiliki penduduk dataran tengah. Sudah kepalang basah, tak ada gunanya mundur. "Saya yakin." Putri Rongle tersenyum merendahkan. "Bagus kalau begitu. Harap putri Xin tidak menyalahkan bengong kalau sampai kalah saing." Orang-orang di aula mulai antusias untuk melihat pertunjukan menarik. Pada saat ini, pengumuman dari luar terdengar nyaring.
1021.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 634 kali sebagai dongeng 12 putri menari
Baca
+Pustaka
Mas Ganteng

Mas Ganteng

Matahari terbit adalah pemandangan kesukaannya setiap kali bangun pagi. Pemandangan indah itu kemudian membuat Opung membuka topik percakapan menceritakan dongeng tentang seorang Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh kepada Gerta. Dongeng tersebut sebenarnya sudah diceritakan berulang-ulang olehnya. Kali ini menjadi ke delapan belas kalinya terdengar oleh Gerta. Meski begitu, Gerta masih menikmatinya walau sudah tahu akhir ceritanya. “Opung, apa Opung bisa mengganti akhir cerita si Kesatria itu? Aku sangat kasihaan dengan akhir hidupnya,” pinta Gerta.
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai dongeng 12 putri menari
Baca
+Pustaka
Pendekar Bukit Meratus

Pendekar Bukit Meratus

Saat itulah si Putul geleng-geleng kepala, 3 kantong uang tadi secara lihai sudah berpindah ke jubah milik si gadis cilik ini. “Sssttt kamu diam yaa, awas kalau ceriwis,” bisik Putri Dao melihat mata tajam si Putul yang kembali melihat kelakuannya. Inilah juga kehebatan Putri Dao, dia tahu kalau si Putul bukan pemuda sembarangan, sehingga dia buru-buru minta agar remaja jangkung ini jangan ikut campur. Gagal temukan kantong-kantong uangnya, si Tongos ini makin marah, apalagi si kakek dengan cueknya…kentut!
9.646.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 921 kali sebagai dongeng 12 putri menari
Baca
+Pustaka
The Last Queen

The Last Queen

Kalau itu Galuh, putri tak akan semudah itu lolos dari mata tajamnya. "Kemarilah," kata putri. Dayang lalu memberinya beberapa ramuan yang telah ia siapkan. Setelah itu dayang membantu putri untuk mengganti perban di pinggangnya. "Dayang," kata putri tiba-tiba. "Hamba, Gusti." "Apa benar bunga jepun berkelopak empat bisa mendatangkan keberuntungan ?" tanya putri ragu-ragu. "Yang hamba dengar memang begitu, Gusti," jawab dayang itu masih sambil memegang kain perban untuk putri di tangannya.
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai dongeng 12 putri menari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status