Menikah dengan Musuh
"Idih, apaan sih lo, Put. Mendingan gue jadi perawan tua daripada harus diapa-apain sama dia."
"Hati-hati lo kalo ngomong, ucapan itu sebagian dari doa."
Kaori meraup wajah Putri dengan tangannya. "Kebanyakan ngomong lo. Mendingan ambilin gue makanan gih sana! Pengen ngemil gue."
"Okey." Putri bangkit, sebelum pergi, dia menoleh menatap Davin, "Lo mau apa, Dav? Mau gue ambilin juga nggak?"