PENDEKAR TAPAK DEWA
ujar La Mudu, “tetapi rupanya Dewata Agung berkeherndak lain. Saat calon pengasuh dan guruku tiba di desa itu, keadaan itu begitu lengang, mayat bergelimpangan di mana-mana, asap-asap dari sisa bangunan rumah-rumah masih mengepul. Tak ada tanda-tanda kehidupan. Tetapi...di antara tubuh-tubuh mayat yang nyaris setengah gosong, tergolek seorang bayi, saya, yang seolah-olah sama sekali tak tersentuh api. Calon guruku itu mengangkatku dan mencoba denyut nadiku, ternyata saya masih hidup, dan...Yah, begitulah kisahku, Lenga semua. Peristiwa di luar nalar dan nurani kemanusiaan!”
Semuanya tertunduk dan merenung. Sesaat suasana malam pun terasa demikian lengang, sebelum La Pabise dengan nada ragu