Obsesi Tuan Muda Candra
Candra mengajaknya menggambar, memvisualisasikan keadilan sebagai cahaya yang menerangi, bukan pedang yang menyakiti.
Malam itu, Candra kembali ke kantor yayasan, menemukan surat baru. Penulisnya adalah mahasiswi dari Manokwari yang dulu obsesi penampilan tubuh. Dia menuliskan, “Sekarang aku sudah bergabung dengan kelompok seni, memamerkan lukisan tentang keindahan keragaman tubuh. Terima kasih telah mengajarkanku melihat diri dengan cinta.” Candra menyimpan surat itu bersebelahan dengan surat sebelumnya, merasa bahwa setiap cerita kesembuhan adalah bukti bahwa perubahannya berharga.
Hot Chapters