Dewa Immortal Naga Emas
Semburan api dari berbagai warna menerangi langit yang kelam, menjadikan pertarungan ini seperti tarian cahaya dan kehancuran.
Putri Zixuan berdiri tegap di atas menara utama, matanya mengawasi setiap gerakan di medan pertempuran. Pikirannya fokus, namun ia tidak bisa mengabaikan ancaman baru—naga Mongolia yang lebih besar yang baru saja muncul. Tubuhnya seperti gunung yang terbang, bersisik tebal berwarna obsidian, dan matanya merah menyala dengan kebencian. Naga itu, yang dikenal dalam legenda sebagai Darjikhun, adalah salah satu senjata paling mematikan Mongolia.
"Meraharani," bisik Zixuan dengan napas tertahan. "Kita harus menghentikan dia sebelum dia mencapai tembok."
Sikat na Kabanata