Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perginya Istri Manis Sang Pewaris

Perginya Istri Manis Sang Pewaris

Dia kembali menyertai langkah gemulai Majandra dari sisi sebelah kiri. “Jika memang mahal, memangnya akan kau bayar dengan apa?” Majandra menghentikan langkah, lalu menoleh kepada pria tampan, yang sedari tadi tak mengalihkan perhatian darinya.. “Apapun yang setara dengan makhluk seindah dirimu,” jawab Damien dengan sorot penuh rayuan, yang mampu membuat wanita manapun pasti akan langsung bertekuk lutut di hadapannya.
1040.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 971 kali sebagai dragon maiden
Baca
+Pustaka
Crazy Maid ( Indonesia )

Crazy Maid ( Indonesia )

"Karena daddy ingin tahu, seberapa hebat usaha anak daddy ini untuk mencapai keinginannya. Daddy ingin melihat Baby Girl daddy yang cantik ini berusaha lebih dulu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan." "Ya Tuhan..." Feli memutar bola mata malas. Hal itu terdengar aneh, tapi dia akan berusaha mendengar apa yang diinginkan Leonel. "Misi apa?" "Jadilah Maid di tem—" "Tunggu-tunggu-tunggu!” Feli memotong ucapan Leonel secepat kilat. "Apa aku tidak salah dengar?" Feli menatap Leonel. “Aku mendengar kata MAID. MAID? Dad, aku harus jadi Maid? Yang benar saja, Daddy?! Aku tidak mau!"
10126.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai dragon maiden
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

Vanya tidak seperti wanita lain yang suka sekali boneka, karena aku sendiri juga belum pernah coba, kalau nggak dapat-dapat bukannya tambah malu, batin Anthony. Mereka berdua keluar arena permainan dan kembali berjalan menikmati ornamen mall yang setiap bulannya ganti sesuai hari besar yang merayakan. Kali ini nuansa imlek, dimana lampion, barongsai dan hiasan berwarna merah mendominasi hiasan di dalam gedung. “Lihat tu Vanya!! Tempat favoritmu sudah di depan mata!!” seru Anthony.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai dragon maiden
Baca
+Pustaka
MOIROE

MOIROE

Orang tua itu berhenti sejenak, seakan memberi kesempatan untuk angin berdesir dan ranting-ranting saling terusik, suara deburan air terjun tampak seperti latar belakang yang membawa seseorang kembali ke masa lalu. "Rasa ingin tahu Sang Dewi Utama membawa mereka berdua untuk bertemu dengan satu dewa yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Sang penaung dari Keheningan dan Balas Dendam, Aesir Vidar. Sosok yang begitu dingin, pendiam, tertutup, dan juga penyediri di kediaman satu-satunya, Balairung Saga."
1026.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai dragon maiden
Baca
+Pustaka
DENDAM AMARA

DENDAM AMARA

Semua orang selalu sangat enggan dan canggung jika harus menghadapi perempuan itu. Tapi kali ini berbeda. Amara terlihat sangat cantik. Dress yang dia pakai jelas bukanlah dress yang bisa orang-orang dapatkan di mal-mal besar sekalipun. Itu jelas rancangan khusus. Pembawaannya sangat tenang seperti air yang tidak ada yang bisa menebak kedalamannya. Dan itu benar-benar menyakiti matanya. Mira membuka pintu depan mobil sebelum Amara datang dan menepis tangannya ringan. “Bisakah aku duduk di samping ayahku? Ini pertama kalinya kami semobil setelah sekian lama.”
404 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai dragon maiden
Baca
+Pustaka
Sistem Penakluk Heroine

Sistem Penakluk Heroine

“Andai kau masih hidup… kau pasti berdiri di sisinya saat ini.” Sudut matanya terasa panas, air mata nyaris mengalir. Namun, Erina cepat mengangkat jemarinya, menyusuri pelipis dengan gerakan anggun seolah hanya merapikan riasan. Tidak ada seorang pun boleh melihat kelemahannya. Ia adalah Duchess Pendragon. Mawar baja yang berdiri di atas kehancuran perang. Simbol kekuatan, kehormatan, dan keteguhan bagi seluruh bangsawan barat.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai dragon maiden
Baca
+Pustaka
Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Dhana sangat gembira dan penuh antisipasi besar. Suatu hari, dia akan mencari seseorang yang baru saja mati untuk menguji teknik ini. Setelah masuk ke ruang tamu dan seluruh keluarga duduk, Dhana berpikir sebentar dan menceritakan sebuah kisah yang dia karang secara kilat. "Selama dua tahun aku linglung, aku sering mimpi bertemu seorang perempuan. Perempuan itu memakai baju merah dan namanya Laras Teratai. Dia bilang kalau dia seorang dewi."
8.541.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dragon maiden
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

Diam-diam, Maura memberikan Pil KB kepada Arinda, agar tak mengulangi kesalahan dimasa lalu. Maura tak ingin anaknya kembali hamil untuk waktu dekat ini, ia tak ingin masa depan anaknya hancur karena hamil diusianya yang masih begitu muda. Untunglah Arinda dan Miftah pun tak ada yang curiga dengan Pil itu. Maura selalu bilang kalau itu hanyalah vitamin yang harus diminum setiap hari dan mereka berdua percaya. Sampai tiba-tiba ketenangan dan kepercayaan Arinda terusik dengan sebuah whatsap dari nomor yang di simpan dengan nama kontak 'C' yang masuk ke ponsel Miftah sore itu.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai dragon maiden
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

ledek Thalisa seraya menjewer telinga Dafa, hal yang paling Thalisa senangi. "Aww, sakit, Kak!" teriak Dafa dengan kedua tangan mengusap-usap telinganya yang terlihat merah akibat serangan maut yang diberikan oleh Thalisa. Tanpa disadari Thalisa sudah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Dafa yang menggemaskan. Dafa adalah adik laki-laki Thalisa, berwajah tampan dengan kumis tipis yang membuatnya semakin terlihat manis. Rambutnya yang dibiarkan gondrong menambah kesan gemas pada dirinya.
9.89.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai dragon maiden
Baca
+Pustaka
Wanita Dambaan Sang Billionaire

Wanita Dambaan Sang Billionaire

Matthias tidak mengalihkan pandangannya dari pintu utama, ekspresinya tetap dingin. Caid tertawa kecil, menyesap cerutunya dengan santai. “Kau seperti lelaki yang takut mempelai wanitanya kabur.” Matthias akhirnya menoleh, tatapan abu-abunya tajam. “Karena aku tahu siapa Selena.” Caid terkekeh, tidak menyangkal. “Dia memang putri Dylan.” Sementara itu, Dylan yang berdiri tidak jauh dari mereka hanya mendengus. “Dan sayangnya, dia juga memiliki darah Lumia—keras kepala dan impulsif.”
1021.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai dragon maiden
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status