Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suntik Aku, Mas Dokter!

Suntik Aku, Mas Dokter!

Dia berdiri tegak dengan kaki sedikit terbuka, membiarkan Amara melihat asetnya dengan jelas. “I-ini panjangnya berapa? Kenapa ini besar sekali?” tanya Amara, yang tangannya masih menutup mulutnya. “Panjangnya delapan belas senti. Diameternya empat senti,” ucap Adrian tiba-tiba. Dia sangat bangga dengan apa yang dia miliki. “Ini ukuran yang pas untuk menjamin kalau Bu Amara pasti keenakan sama saya. Rahim Ibu akan terisi penuh sampai ke ujungnya.”
10100.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai amara 16
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Giok Karana (Karma Dari Giok Leluhur)

Kebangkitan Giok Karana (Karma Dari Giok Leluhur)

"Namaku Amara. Amara Okonkwo dari Nigeria. Aku dengar kau pembawa Jade Heart? Keren banget!" Ryan menjabat tangannya, sedikit terkejut dengan sambutan hangat ini. "Um, ya. Senang berkenalan." "Amara adalah dari garis keturunan Black Dragon," ucap Kenzo memperkenalkan. "Salah satu kultivator muda terbaik dari generasinya."
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai amara 16
Baca
+Pustaka
Terperangkap Gairah sang Mantan

Terperangkap Gairah sang Mantan

Setelah itu keluar begitu saja diikuti aruna di belakangnya. “Bye!” Aruna melambaikan tangannya. “Jangan dipikirkan omongan Aruna. Dia sedang tidak sehat, mangkanya berbicara melantur.” Amar tersenyum. Amar itu tampan, kulitnya cokelat eksotis, kedua bola matanya berwarna cokelat dan rambutnya ikal. Tidak ada wanita yang menolak jika di dekati oleh Amar. Selain tampan juga mapan yang pastinya kaya.
9.590.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai amara 16
Baca
+Pustaka
Dalam Pelukan Sang Billionaire (Sean&Stella)

Dalam Pelukan Sang Billionaire (Sean&Stella)

ucap Amara kesal kala Sea dan Stella sudah pergi. Ken mengembuskan napas kasar. “Kenapa kau mengucapkan hal tadi Amara? Kau itu wanita. Suatu saat kau akan mengandung dan pasti bentuk tubuhmu berubah.” Amara memeluk lengan Ken. Bergelayut manja sambil berkata, “Kau sangat kaya, Sayang. Kau memiliki uang yang banyak. Nanti aku bisa melalukan prosedur operasi untuk mengambil beberapa bagian tubuhku yang berlemak. Sampai sekarang saja aku masih selalu mengambil tindakan operasi untuk membuang lemak di tubuhku.”
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 713 kali sebagai amara 16
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Dosen Killer

Mengejar Cinta Dosen Killer

Gaun merahnya mencolok, rambutnya ditata rapi. “Finally! Ini dia kakakku yang super sibuk itu!” katanya agak terlalu keras. Beberapa kepala menoleh. Aku tersenyum tipis. “Hai.” “Teman-teman, ini Amara. mahasiswa hukum. Eh, atau mantan asdos ya sekarang?” Bianca menoleh padaku dengan alis terangkat. Nada suaranya ringan. Tapi ada sesuatu yang menggelitik.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai amara 16
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

Arka langsung berjongkok, merentangkan tangannya lebar-lebar. Amara berlari kecil sedikit kesusahan karena rok jariknya yang sempit lalu menubruk pelukan Arka. "Papa! Papa! Ama antik! Ama pake baju kayak Tante Bella!" celoteh Amara dengan cadelnya yang menggemaskan.
13.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 514 kali sebagai amara 16
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Riuh Salju

Cinta Dalam Riuh Salju

Musik lembut mengalun dari speaker, namun sebagian besar perhatian tertuju ke panggung kecil di depan. Amara berdiri di sana, anggun dalam balutan blouse putih sederhana dan celana panjang hitam. Rambutnya yang digulung rapi memancarkan kesan profesional. Ia sedang menjelaskan bagaimana arsitektur modern di Jerman tetap mempertahankan nilai sejarah, sesuatu yang menarik banyak perhatian dari mahasiswa internasional. Leo berdiri di belakang aula, menyimak diam-diam. Nada suara Amara tenang, pilihan katanya matang. Tidak ada basa-basi berlebihan, tak ada upaya untuk tampil lebih dari yang ia yakini.
862 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai amara 16
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Dia kembali menjalani kehidupannya. Tak terasa Amara kini menginjak usia 3 tahun. Dia tumbuh menjadi putri kecil yang cantik, cerdas dan aktif. Dua tahun kebelakang selalu ada Amar yang menemani anaknya meniup lilin tapi tahun ini dia sama sekali tak muncul. Lebih tepatnya, selama beberapa bulan ini Amar memang tidak pernah terlihat. Tidak pernah menghubungi. Nomor ponselnya juga sudah tidak aktif lagi.
1069.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai amara 16
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status