SHANIA
"Semua orang yang bisa berpikir jernih akan berpikir bahwa itu hanyalah berita sensasi."
"Tapi ini bisa merusak nama baikku!" Edward memekik tajam. Semua mata lantas tertuju padanya. Susana hening, sunyi, diam dalam sesaat. Namun kemudian para pemilik mata itu menundukkan wajah mereka mencoba maklum, tidak ada yang bisa dipikirkan Edward selain nama baiknya sendiri. Sang putra geleng-gelang kepala, Shania mendesah bosan, dan Alan berdecak muak. Bianca menjadi satu-satunya yang tersenyum samar.
Hot Chapters