Nadira
"Anjir, punya salah apa gue sama lu, Dir? Perasaan dari tadi gue mulu yang lu bully. Mau lu apa? Kalau mau war, ayok lah, lapangan luas, noh."
Nadira memutar bola malas, kemudian menatap Erlan remeh. "Muka lu ngebosenin, sana-sana oprasi plastik. Enggak pake muka malah lebih bagus," komentarnya membuat satu kelas mengalami kram perut karena tertawa.
Erlan mendengkus. "Iyain," balasnya malas. Cowok itu memilih kembali ke mejanya setelah mengambil dua buah batang coklat.
Bab Populer