MARCO-POLO
"Maaf, aku malah belum tahu siapa namamu, Gadis cantik. Kau cukup tangguh karena bisa bertahan dengan para pria seram itu."
Irina terkekeh. "Mm, entahlah, Paman. Setidaknya, bersama mereka lebih baik ketimbang sendirian di luar sana dengan perasaan cemas diserang para monster," jawabnya pelan. Pamungkas mengangguk paham. "Oh, aku Irina Tolya. Salam kenal," ucapnya sembari menyodorkan tangan.
Namun, kening Pamungkas berkerut seketika. Ia menatap Irina tajam dengan wajah serius. Irina menarik kembali tangannya dan terlihat gugup.
Hot Chapters