Pelukan Hangat Tuan Presiden
Lana dan Deo langsung menurunkan tangan mereka, kembali ke posisi tegak yang kaku.
Erika, yang nyaris saja menabrak lengan berotot Lana, mengerem mendadak. Ia mengatur napasnya yang tersengal, lalu menoleh ke arah dua pengawal itu dengan tatapan sinis. Erika memajukan bibirnya, memasang muka mengejek pada Lana dan Deo seolah berkata, 'Jangan macam-macam denganku', sebelum akhirnya ia menarik tangan Sera untuk menggandengnya.
"Gila! Kamu sekarang sudah menjadi orang penting,”cerocos Erika.