Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Memory

Memory

POV. Aksara Dari pantulan kaca spion, aku melihat Hasna berdiri--dia sempat melambaikan tangan dengan ragu. Aku yakin dia akan menunggu, walaupun aku datang terlambat. Aku pasti datang, itu janjiku.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 313 Times as explicit
Read
+Library
IF CLASS

IF CLASS

Bahkan ada yang sampai menepuk jidat. “XII-A!” “Hadir!” “XII -B!” “Hadir!” “XII -C!" “Hadir!” “XII -D!” “Hadir!” “XII -E!” “Hadir!” “XII -F!” “…” “XII -F!!” “…” “XII -F!!!” “…”
4.6K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as explicit
Read
+Library
PENYESALAN

PENYESALAN

Tiba-tiba Plukk! Sebuah kotak terjatuh ke lantai. Aku memungutnya. Apa ini? tanyaku dalam hati. Perlahan aku membuka kotak itu, keningku berkerut ketika membaca tulisan itu. Target hari ini : Menikah dengan Keysha Target hari ini : Menikah dengan Keysha
9.7229.4K viewsCompletedAdded to Library 8.0K Times as explicit
Read
+Library
WHERE

WHERE

Sharon Addelinesersherstay
Jawab siswa-siswi dengan kompak. “Bagaimana liburannya? Apakah menyenangkan? Saya ingin kalian menceriterakan liburan kalian diselembar kertas. Dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar dengan kata yang tidak boleh disingkat. Pulpen tinta hitam dan tidak diperkenankan menggunakan tipeks. Minimal delapan paragraph, dalam satu paragraph terdiri dari enam kalimat dan dalam enam kalimat terdiri minimal 12 suku kata.” Semua siswa-siwi mengeluh. Ada apa dengan Ibu Tiffany? Adakah sesuatu yang mengganggu pikirannya? Sehingga ia seperti ini?
102.8K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as explicit
Read
+Library
Why

Why

' 'Kenapa baru sekarang aku menyadari, kalau cinta yang aku miliki padamu hanyalah obsesi untuk memilikimu semata. 'Jika aku memaksakan obsesiku, maka aku akan melukai hatimu lagi. Kamu pasti akan marah, dan membenciku aku tidak mau itu terjadi,' batin Rafael, mulai menyadari perasaannya sendiri. Jaden yang melihat Rafael terdiam, memberikan kata terakhir sebelum ia melangkah pergi ke arah mobilnya.
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 366 Times as explicit
Read
+Library
Identity

Identity

Aku menggunting perekat yang membungkus kotak. Kubuka perlahan dan melihat isinya. Benda ini berupa gagang seperti huruf S. Aku mengangkatnya perlahan. Keningku mengkerut. Sebuah gagang pemutar kaca jendela mobil telah dikirimkan untukku. Untuk apa ini?
1010.3K viewsOngoingAdded to Library 236 Times as explicit
Read
+Library
UNPLACED

UNPLACED

“Aku mau ajak kamu ke prom.” Vika membelalakkan mata. Mulutnya terbuka ingin menanggapi ajakan itu, tapi tidak ada apapun yang keluar dari indera pengucapannya tersebut. Dalam suasana genting itu, untunglah suara pengumuman dari microphone memenuhi seluruh ruangan aula sehingga Vika memiliki alasan untuk mengabaikannya. ***
103.0K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as explicit
Read
+Library
Invitasi

Invitasi

“Membawa ponsel enggak akan ada gunanya. Enggak akan bisa digunakan di tempat ini.” Mika menyipitkan matanya menyelidik. Berpikir. Ia menatap berkeliling dan menemukan sebuah benda persegi dengan empat antena. Mika tidak yakin kegunaan benda itu tapi ia bisa menebaknya berdasarkan kata-kata Adien. Alat pengacak sinyal.
9.910.1K viewsCompletedAdded to Library 344 Times as explicit
Read
+Library
Please Let Me

Please Let Me

*** Calling (Vanilla Kim). *** Telepon itu menunjukkan bahwa ponsel pemiliknya memang tidak aktif. Firasat buruknya semakin menguat. Jika Vanilla tertidur dengan ponselnya dimatikan, maka firasat ini seharusnya tidak semakin kuat. Pukul 12.30 malam, Ravi melihat jam dan segera menyalakan motor sportnya. Dengan perasaan yang masih penuh dugaan, ia berangkat menuju apartemen lamanya dengan kecepatan penuh.
4.0K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as explicit
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status