Luka di Ujung Senja
Anggi datang sendirian karena Rendra tidak bisa izin kerja.
Di lorong kelas, poster-poster proyek keluarga dipajang. Foto-foto, diagram silsilah, cerita pendek.
Di papan Rafa, tertulis besar: “KELUARGA YANG BELAJAR.”
Di bawahnya ada kalimat kecil:
“Keluarga saya tidak sempurna, tapi kami bicara ketika bingung, diam ketika perlu, dan tetap kembali.”
Seorang ibu di samping Anggi membaca dan berkata, “Anaknya puitis sekali.”