Cerita Cinta Sang Janda Muda
"Setiap aku memasuki apartemenku, setiap aku mengemudikan mobil-mobil mewahku, setiap aku makan makanan-makanan mahal, setiap aku dibayar untuk pekerjaanku. Aku selalu merasa bersalah."
Aku menatap wajah Alex menyiratkan rasa sakit yang sama dengan rasaku.
"Andai saja, kalau saja, dan kenapa harus sekarang selalu muncul di kepalaku," sahutku pelan, Alex mengangguk.
"Apa itu artinya kita belum ikhlas?" tanya Alex sambil menatapku.