DIKIRA MENANTU MISKIN
“Sama-sama, Sayang. Tapi, kamu gak bakal sakit perut? Makan harum manis segitu banyak?”
“Nanti Hanza bagikan ke si Mbak. Hehe ....”
“Iya, terserah kamu aja deh, yang penting tidak dibuang. Kita langsung ke dokter kandungan, ya?”
“Sekarang? Kalau belum hamil, gimana, Bang?” Hanza ragu.
“Abang yakin kamu sudah hamil, Sayang.” Yuda mengusap pelan perut Hanza yang masih rata.
“Ya sudah, terserah Abang.”