Cinta Yang Salah
Bu Aini mengernyitkan dahinya, sepertinya dia sangat peduli pada Intan, hingga ia begitu terlihat khawatir, ketika aku mengatakan bahwa Intan sedang sakit.
"Intan,mengidap depresi ringan, Bu," jawabku dengan berat hati.
"Kok bisa, apa penyebabnya?"
"Semuanya, berawal." Aku menjeda ucapan, karena ada rasa ragu, kemudian aku menunduk, tak berani mengatakan yang sebenarnya, bahwa Mas Arkan lah penyebab utama Intan sakit.
"Apa, katakanlah, tak usah sungkan! Siapa tahu ibu bisa membantu, dan meringankan beban di pikiran dan kesedihan, karena keadaan adikmu yang sedang sakit,"