Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Selir Kesayangan Tiran

Selir Kesayangan Tiran

Theresia menatap Hurra dengan dingin. “Kenapa?” Hurra berpikir sejenak. “Kamu tahu jawabannya.” Theresia tersenyum. “Apa kamu pikir aku tidak tahu apa yang ingin kamu lakukan? Hurra, aku meremehkanmu. Kamu ingin kami tidak memiliki ahli waris!" “Aku tidak bermaksud seperti itu.” Hurra berpura-pura terkejut. Instuisi orang gila terkadang lebih tepat. Hurra menghela napas sedikit kesal.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as filosofi teras
Read
+Library
Para Penjaga Perbatasan

Para Penjaga Perbatasan

“Naga emas ya? Itu pasti juga yang jadi alasan kenapa ilmu beladirimu unik, naga emas sendiri adalah ras yang langka, apa ada pengaruh naga emas itu ke ilmu beladirimu?” Matahari mengangguk, “Iya, filosofi naga emas sendiri adalah untuk membasmi kejahatan dan menegakkan keadilan, itu juga yang menjadi filosofi utama di perguruanku. Yah selain jurus-jurusnya sih, nya.” “Hmm, beta jadi mulai paham kenapa sekarang kamu mencari gurumu.” “Kamu sendiri bagaimana, nya? Kamu belum pernah cerita kenapa kamu jadi petualang.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as filosofi teras
Read
+Library
Pijatan Nikmat Sang CEO

Pijatan Nikmat Sang CEO

"Sekarang aku mengerti bahwa kadang-kadang, 'memiliki segalanya' bisa menjadi cara lain untuk mengatakan 'terjebak dalam segalanya'." Nathaniel tertawa kecil. "Filosofis sekali." "Aku serius," Arissa berbalik menghadapnya. "Aku bangga padamu, Nate. Butuh keberanian luar biasa untuk melakukan apa yang kau lakukan." Ada kesungguhan dalam kata-katanya yang membuat Nathaniel terdiam. Untuk sejenak, mereka hanya berdiri di sana, dikelilingi oleh bangunan setengah jadi dan janji-janji masa depan.
4.3K viewsCompletedAdded to Library 155 Times as filosofi teras
Read
+Library
Jagoan di Puncak Kejayaan

Jagoan di Puncak Kejayaan

“Kamu telah berusaha keras untuk meneliti orang-orang di zamanmu, berpikir ini akan menjadi musuhmu di masa depan. Tapi pernahkah kamu berusaha keras untuk mengenal Javier Kersey? Dia itu orang yang tidak pernah melibatkan dirinya dalam konflik internal keluarganya sendiri. Dia bahkan tidak cukup peduli untuk menjalani upacara kedewasaannya. Kamu tahu mengapa? Itu karena dia tahu filosofi ‘petir selalu menyambar pohon tertinggi’!” “Itulah sebabnya dia tidak meminta apa-apa! Tidak menginginkan apa pun! Zephiel praktis mengagumi bakatnya dan ingin memberikan kursinya kepadanya. Jadi mengapa dia menolak untuk mengambil jubah sebagai seorang patriark? Pernah bertanya-tanya mengapa?”
9499.5K viewsCompletedAdded to Library 18.0K Times as filosofi teras
Read
+Library
Yang Terpilih

Yang Terpilih

Ada yang menarik paksa seluruh keceriannya, namun mengembalikan makna kehidupannya. Tas baju sudah ada di tangannya, menunggu sopir di depan pintu kedatangan terminal 2E. Salam dari Pak Kosim hanya disambut Rosa dengan anggukan kecil. Berkali-kali gadis muda yang mendadak dewasa ini menarik napas panjang, lalu menghelanya perlahan, seolah hendak mengeluarkan segala sesak di dada. Selama berada di Madura, dia sudah memikirkannya.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 168 Times as filosofi teras
Read
+Library
Tersesat

Tersesat

Bahkan disiksa sekalipun dia harus tetap mampu mengendalikan amarah dan tetap menjaga sikap. Apalagi jika urusannya nyawa, bunuh-membunuh. Karena dalam pemahaman Zimat, nyawa itu kewenangan penuh milik Tuhan. Jika Nay memakai naga bumi untuk membunuh, artinya dia telah lancang mengambil kewenangan Tuhan. Itu kesalahan paling fatal yang tidak termaafkan. Dosa yang tidak bisa ditebus meski dengan memberikan nyawanya sendiri sebagai ganti. Menjelang malam bis yang mereka tumpangi Sampai di terlimal lawas kota Genteng. Mereka naik dokar---kereta kuda--- menuju utara, menuju Lembah Biru. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, sibuk dengan fikiran masing-masing. ********
104.5K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as filosofi teras
Read
+Library
Tiba-Tiba Dipinang Pak CEO

Tiba-Tiba Dipinang Pak CEO

" Saya akan menjelaskan tentang tokoh terbesar di filsafat barat. Yaitu Plato dan Aristoteles. Aristoteles sendiri merupakan mahasiswa dan kolega Plato di akademi Athena. Menurut pandangan Plato konvensional, filsafat bermuara pada hal abstrak dan utopis. Sedangkan Aristoteles bersifat empiris, praktis, dan logic. Plato memegang salinan Timeo (Timaeus) dengan jari tangan menunjuk ke langit. Sedangkan Aristoteles memegang salinan Etika-nya dengan tangan menunjuk ke luar (Dunia). Plato dengan dunia Idenya, dan Aristoteles dengan Logikanya."
106.2K viewsOngoingAdded to Library 236 Times as filosofi teras
Read
+Library
Obsesi Terlarang

Obsesi Terlarang

Dia menghembuskan napasnya sedikit gusar. “Kau tahu kesalahan yang diperbuat olehmu berdampak pada Kejora? Kejora akan mengikuti simposium di Thailand tapi saat ini sepertinya gagal. Dia tak bisa mendapatkan nilai plus. Enam bulannya sia-sia karenamu. Saya tak akan menanyakan penyebab awalnya. Karena saya tak mau mencampuri urusan pribadi kalian. Dan kau tak bisa menggantikannya, anak muda. Kejora tetap akan menanggungnya. Jadi, kau punya waktu untuk membuat sampelnya kembali, Jora,” tutur Profesor Herald menutup pidatonya.
1053.8K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as filosofi teras
Read
+Library
Terapis Pembawa Petaka

Terapis Pembawa Petaka

Dirga menghampiri dan memelukku, mencoba menenangkanku, "Sayang, tenanglah." "Kenapa kamu marah-marah sama terapis? Sudah, jangan marah-marah." Aku menjadi tenang setelah dipeluk dan ditenangkan Dirga. Aku memelototi Tiara yang terduduk di lantai. Aku memutuskan untuk mengatakan pada Intan bahwa terapis pasca persalinan yang dia pekerjakan ini memiliki masalah karakter. Ketika Tiara melihatku mulai tenang, dia kembali berdiri dan mengatakan akan mengerjakan layanan selanjutnya.
3.9K viewsCompletedAdded to Library 144 Times as filosofi teras
Read
+Library
Deceitful Love

Deceitful Love

Ia bingung untuk memulai pembicaraan, seringnya mereka membicarakan tentang fotografi. "Tadi? Membosankan, Bang. Tak tau aku, kalau ada pelajaran si Bapak itu, ngantuk kali, nyah," keluh Rosa sembari mengambil satu kentang goreng miliknya. "Iya, dosen filsafat semua seperti itu. Lagian jurusan pertanian buat apa ada pelajaran filsafat, ya?" tanya Esa, terheran-heran. Rosa mengangkat kedua bahunya. Ia hanya mengikuti mata kuliah yang memang wajib diambil. Tak terlalu peduli apakah ia memiliki nilai yang baik atau tidak. Mata kuliah itu membuatnya frustrasi.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as filosofi teras
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status