Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tiba-Tiba Dipinang Pak CEO

Tiba-Tiba Dipinang Pak CEO

" Saya akan menjelaskan tentang tokoh terbesar di filsafat barat. Yaitu Plato dan Aristoteles. Aristoteles sendiri merupakan mahasiswa dan kolega Plato di akademi Athena. Menurut pandangan Plato konvensional, filsafat bermuara pada hal abstrak dan utopis. Sedangkan Aristoteles bersifat empiris, praktis, dan logic. Plato memegang salinan Timeo (Timaeus) dengan jari tangan menunjuk ke langit. Sedangkan Aristoteles memegang salinan Etika-nya dengan tangan menunjuk ke luar (Dunia). Plato dengan dunia Idenya, dan Aristoteles dengan Logikanya."
106.1K viewsOngoingAdded to Library 230 Times as filosofi teras
Read
+Library
Tersesat

Tersesat

Bahkan disiksa sekalipun dia harus tetap mampu mengendalikan amarah dan tetap menjaga sikap. Apalagi jika urusannya nyawa, bunuh-membunuh. Karena dalam pemahaman Zimat, nyawa itu kewenangan penuh milik Tuhan. Jika Nay memakai naga bumi untuk membunuh, artinya dia telah lancang mengambil kewenangan Tuhan. Itu kesalahan paling fatal yang tidak termaafkan. Dosa yang tidak bisa ditebus meski dengan memberikan nyawanya sendiri sebagai ganti. Menjelang malam bis yang mereka tumpangi Sampai di terlimal lawas kota Genteng. Mereka naik dokar---kereta kuda--- menuju utara, menuju Lembah Biru. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, sibuk dengan fikiran masing-masing. ********
104.4K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as filosofi teras
Read
+Library
Tersesat Di Dunia Pendekar

Tersesat Di Dunia Pendekar

ucap Ki Joko Gendeng. Raka merasa itu sama saja dengan para penguasa di dunianya yang ingin menjadi top nomor satu di bidang ekonomi. Mereka saling berlomba-lomba untuk menduduki pasar saham dan memiliki harta sebanyak-banyaknya. "Aku akhirnya mengerti. Dunia ini persis dengan game dan film di duniaku. Tipe survival dan RPG yang mengandalkan strategi untuk bertahan hidup. Tapi bila para pendekar itu hanya menginginkan hadiahnya untuk diri mereka sendiri, maka sepuluh tahun ke depan, menara biadab itu tidak akan bisa ditaklukkan," ucap Raka.
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 235 Times as filosofi teras
Read
+Library
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

Tetapi hal itu bukan berarti mustahil, mengingat ada yin dan yang yang juga saling bertolak belakang tetapi ditakdirkan selalu berdampingan. "Tolong maafkan tindakan bodoh adik hamba, Yang Mulia. Hamba pastikan ia akan mendapat hukuman yang setimpal nantinya dari saya sendiri," ucapnya tegas membuat Avram menyeringai. "Hanya sebuah saran kecil saja, beri dia pengasingan di Istana Mati," kata Avram santai tetapi berhasil membuat Eros tertegun. Bahkan Sang Pangeran Kedua saja sampai membolakan kedua matanya terkejut. Tidak ada yang tidak tahu mengenai Istana Mati yang berada di kawasan Tenggara. Sebuah istana yang sudah lama ditinggalkan dan berada di tengah-tengah hutan yang dipenuhi banyak t
2.7K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as filosofi teras
Read
+Library
Petualangan di Planet Tera

Petualangan di Planet Tera

tanya Rama. Rahula tersenyum. Ia memahami keadaan Rama. Siapapun yang tiba di tempat baru, pasti akan memiliki rasa penasaran yang sama. "Tentu saja. Kuharap kau menyimaknya dengan baik." Rahula lalu menjelaskan. "Tak seperti apa yang dipahami manusia, pada kenyataannya memang terdapat tiga semesta, yakni Mayapada, Madyapada, dan Arcapada."
1.6K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as filosofi teras
Read
+Library
Beyond the Light

Beyond the Light

tebak Lou yang ada di sebelahnya. “Potensi apa? Tyra bukan seorang guru ataupun pelatih. Jangan konyol untuk memilh seseorang berdasarkan potensi. Dia hanya kriminal gila yang pernah membakar sederet rumah di Escalera,” jawab Herreros dingin. Mendengar kalimat ini keluar dari mulut Herreros, menunjukkan bahwa Tyra adalah orang yang sangat buruk. Jarang sekali Herreros menghina seseorang. “Tuan Herreros, tenanglah.” Lou tersenyum awkward. “Maaf atas perkataan saya barusan.”
103.5K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as filosofi teras
Read
+Library
Skandal Cinta Nona Bangsawan

Skandal Cinta Nona Bangsawan

Perintahnya " Yang Mulia, apa maksud anda? " Tanya Regas bingung. " Apa kamu tuli? Aku baru saja memecat mu, jadi ku harap kamu jauhi kami. " Regas terdiam mematung begitu mendengar perkataan Teresa, padahal selama ini dirinya selalu menuruti perkataan wanita itu bahkan menjadi alat wanita itu, tapi kenapa wanita itu kembali mendorongnya pergi, apa salahnya.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 225 Times as filosofi teras
Read
+Library
Jangan Bungkam Suaraku!

Jangan Bungkam Suaraku!

“Kalian lebih baik pulang. Bukankah seharusnya sibuk bekerja atau kuliah kenapa harus mempedulikanku?” “Itu karena kami manusia,” sahut Theresia “Apa maksudnya itu?” “Rasa empati yang kami miliki cukup besar sehingga menolongmu seperti itu sudah seperti kewajiban. Apa kau paham? Oh iya, aku tidak tahu apa masalahmu. Seberat apa hidupmu. Hanya saja jika kau mengakhirinya dengan cara seperti itu, sama sekali tidak keren,” sahut Theresia
5.3K viewsCompletedAdded to Library 143 Times as filosofi teras
Read
+Library
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

ujar Tania. “Ya, jika kau menganggapnya begitu dan punya ilmu filosofi sendiri. Apa kau ingin membahas hal-hal semacam itu, Tania? Filosofi rasa sakit, penjara, dan hidup yang selalu menderita.” “Memangnya apa yang perlu dibahas lagi dari sekedar tukar pikiran?” “Masa lalu dan pekerjaan sampinganmu, Tania.” “Aku bekerja sampingan sebagai pembunuh hewan-hewan tak terurus di sudut kota Moskow."
102.0K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as filosofi teras
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status