Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tergoda Gadis Muda

Tergoda Gadis Muda

Tergoda Gadis Muda "Bos, kalau nanti lulus mau ke mana?" tanya Rehan. Mereka sedang berada di ruang keluarga. "Di atas bumi di bawah langit." Mata Lala fokus ke layar LCD. "Ih, sih Bos. Kalau gak di atas bumi ya akhirat dong." "Mati dong. Emang kamu mau ke mana?" "Aku mau jadi TNI membasami kejahatan," ucapnya bangga.
1017.3K viewsCompletedAdded to Library 414 Times as filosofi teras
Read
+Library
Teror Mantan

Teror Mantan

teriak Alex dengan suara lesu saat memasuki rumah. Ia melemparkan tasnya ke sofa, lalu duduk di ruang tamu. Kepalanya bersandar ke sandaran sofa, matanya menerawang ke langit-langit. Pikirannya kembali melayang, lagi-lagi ke sosok Laura.
107.0K viewsOngoingAdded to Library 232 Times as filosofi teras
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Yang tertinggal hanyalah satu titik terang, satu titik awal. Ustadz Faris datang membawa sebuah peta. Tapi peta itu bukan seperti peta biasa. Tidak ada garis wilayah, tidak ada tanda tempat. Yang ada hanya halaman-halaman kosong dengan judul samar: Kemungkinan yang Belum Terucap. Ia membentangkannya di lantai aula pesantren.
2.7K viewsCompletedAdded to Library 107 Times as filosofi teras
Read
+Library
Thai Qu Cing Si Anak Kotoran

Thai Qu Cing Si Anak Kotoran

Tera Phi berpikir bahwa ia telah tewas dalam pertempuran. "Semua berkat anak ini." Nie Lee menepuk-nepuk punggung Thai Qu Cing dengan bangga. Pria itu pun memperkenalkan mereka berdua. Tera Phi, pemuda berusia 15 tahun. Fisiknya cukup kuat, namun mengalami keterlambatan pembentukan inti spiritual. Dia lebih memilih mundur dari perguruan dan belajar secara mandiri. "Murid pilihan Kakak Lee pasti adalah yang terbaik!" ujar pemuda itu berjabat tangan dengan Qu Cing.
108.7K viewsCompletedAdded to Library 269 Times as filosofi teras
Show Reviews (6)
Read
+Library
Donat Mblondo
Maaf ya... dua hari ini libur update dulu. karena saya habis melahirkan dan posisi masih di rumah bidan, jadi tidak sempat menulis. Saya usahakan, hari Senin mulai menulis lagi untuk melanjutkan ceritanya. Terima kasih ^^
Nuada Airlangga
tak kasih nama Jawa 'kepong taine sapi',buyut Cili penunggu desa Kemiren,Sunar udara rawatane buyut Cili,kalo nama desa bnyak yg lucu 'tegal campak,tamansuruh,kali bendo,Puthuk petung, Gedangan,siwuran,kedaleman'......
Read All Reviews
Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

Di ujung terasering, terdapat sebuah bangunan setengah runtuh yang di dalamnya terdapat sebuah tungku pandai besi raksasa, lengkap dengan landasan batu dan palu-palu besi yang berkarat namun masih utuh bentuknya. Arga menyentuh dinding tungku itu, merasakan getaran sejarah yang membeku di dalam batu. Tanda teratai di lengan kanannya berdenyut hangat, bukan sebagai peringatan bahaya, melainkan sebagai sambutan dari roh-roh para pandai besi dan resi pertanian yang dahulu pernah bertapa dan membangun tempat ini. "Ini adalah peninggalan dari era sebelum kerajaan-kerajaan di pesisir saling berperang memperebutkan takhta," gumam Arga, matanya menyala oleh pemahaman yang mendalam. "Para resi dahulu
10735 viewsCompletedAdded to Library 26 Times as filosofi teras
Read
+Library
Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Dengan tatapan yang tampak damai namun penuh kekosongan, dia menatap kolam koi yang indah di sudut halaman, kemudian tersenyum puas sambil bergumam, "Para wanita cantik itu, di mana mereka bisa dibandingkan dengan pesona abadi dari daun teratai yang layu dan ikan mas koi yang berenang bebas ini?" "Daun teratai yang berguguran memancarkan keindahan yang sunyi dan penuh filosofi mendalam tentang siklus kehidupan, sementara ikan koi berenang dengan bebas tanpa beban—sebuah pemandangan yang benar-benar tenang, nyaman, dan menenangkan jiwa!" "Tuan Muda Terias, ternyata Anda seorang penganut Buddha yang taat?" Jessy Tire yang masih belum mau menyerah pada kesempatan emas ini segera keluar dari mob
9.674.6K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as filosofi teras
Read
+Library
Altair dan Sepasang Matahari

Altair dan Sepasang Matahari

“Ini bukan masalah kolot atau tidak. Ini masalah prinsip. Mereka sudah mampu memandang hidup dari sisi spiritualitas sedangkan kita baru sampai pada tahap estetika yang membuat hidup kita masih sering terasa hampa. Karena itulah kita harus banyak belajar dari orang-orang seperti mereka.” “Aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan tadi.” keluh Al. Jack mengobrak-abrik koleksi buku-buku filsafatnya dan menerangkan beberapa hal pokok yang diketahuinya. “Kierkegaard, seorang filosof yang hidup pada masa yang sama dengan Hans Christian Andersen percaya bahwa ada tiga tahap kehidupan yang dialami oleh seorang manusia. Pertama estetika, kedua etika, ketiga religius. Sama seperti islam yang me
102.4K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as filosofi teras
Read
+Library
ISTRI TERCINTA BOS BESAR

ISTRI TERCINTA BOS BESAR

Penjara memang cocok untuk mengurung orang-orang yang terlalu egois dan jahat. "Oh iya, Sayang, ada tamu sebentar lagi ... Kayaknya akan datang ini ... Tadi aku lihat mereka udah di bawah,“ kata Vito membuyarkan lamunan Elitta. Elitta mengerutkan dahi, heran dengan siapa yang dimaksud. Beberapa saat setelah Vito mengatakannya, orang yang dimaksud sudah mengetuk pintu, lalu membukanya perlahan. Pandangan Elitta pun tertuju ke sana. Memang itu adalah tamu yang cukup istimewa, membuat senyum Elitt mengembang sempurna.
1050.9K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as filosofi teras
Read
+Library
Rujak Pedas di Muka Istriku

Rujak Pedas di Muka Istriku

“Kamu sekolah di mana, Ana? Kok kamu sampai tahu filosofi sedekah?” “Filosofi namanya, ya, Mas? Ana juga tidak tahu. Ana hanya mengikuti cara berpikir manusia. Guru Ana dulu begitu soalnya. Kalau bicara sama orang fasik ya gak masuk kalau bawa Quran hadis.” “Pak Kiai sangat pintar ya?” “Pak Kiai itu ahli tafsir, Mas. Tapi penampilannya biasa saja.” “Hanya ngajar di kampung?”
9.228.1K viewsCompletedAdded to Library 815 Times as filosofi teras
Read
+Library
Dimanja Suami Kontrak

Dimanja Suami Kontrak

Dan jika terlalu keras, ia akan tampak seperti pemberontak yang ingin menonjolkan diri. Maka, Lura menarik napas, lalu menjawab, suaranya tenang namun tegas. “Tempat ini megah, berkelas, dan sangat mencerminkan kemewahan,” katanya. “Tapi untuk mewakili napas dan jiwa dari karya Azmara, belum sepenuhnya. Benda yang lahir dari filosofi—layak dipajang di tempat yang membuat orang berhenti, diam, dan bertanya: siapa yang menciptakannya, dan untuk siapa ia dicipta.”
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 467 Times as filosofi teras
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status