Engkau Talak, Aku Tak Menolak
jawab Mya, mencoba meyakinkan Diah.
Diah menganggukkan kepalanya, merengkuh kedua putrinya ke dalam pelukannya.
“Terima kasih untuk mau memahami kesulitan Ibu,” bisiknya, penuh rasa syukur.
“I love you, Ibu,” Qilla berkata, menyusupkan kepalanya ke leher Diah.
Cukup lama ketiganya larut dalam suasana. Saling menguatkan dan menunjukkan rasa cinta.