Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Love Between Blood and Tears

Love Between Blood and Tears

Cairan merah pekat mulai membanjiri leher pria itu. "Aku pasti terlahir sebagai seorang pelukis yang jenius," Louis tersenyum bangga melihat hasil karya melukisnya di atas leher pria di depannya sebagai kanvas. Aroma serupa daging bakar dan amis darah menyeruak dari leher pria yang sudah tidak berdaya. Louis menarik segenggam rambut pria itu dengan kasar hingga merenggangkan kulit leher si pria. Lelehan darah kembali keluar. Louis meraih ponselnya dan menghubungi salah satu kontak di sana.
3.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 118 Beses bilang flesh and blood
Read
+Library
The Return Of Blood Moon Pack

The Return Of Blood Moon Pack

“Itu benar, tetapi ada hal lain lagi yang bisa menyebabkan kematian kami” “Apa itu?” “Darah pasangan kami” “Apa?! bagaimana bisa?” “Seperti yang kau ketahui, setiap kali kami terluka oleh senjata tajam maka tubuh kami akan menyembuhkan dengan sendirinya, tapi tidak jika senjata tersebut diolesi dengan darah dari pasangan abadi kami, maka tubuh kami tidak bisa menyembuhkanya sendiri, itu sebabnya kami teramat sangat protektif terhadap pasangan kami”
2.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 50 Beses bilang flesh and blood
Read
+Library
The Blue Blood

The Blue Blood

Namun di balik itu semua, ada sebuah kisah pedih yang harus Ken alami, sebuah kisah yang mengantar dia sampai berada di sini beberapa hari. Kisah pedih yang membuat Ken harus rela berpisah dari orang yang begitu dia cintai, merelakan dia untuk laki-laki lain dan jangan lupa Bella! Ken harus kehilangan Bella hanya karena sang papa ingin Ken menikah hanya dengan sesama dokter berdarah murni. Bukankah tidak ada istilah darah biru dalam ilmu yang mereka pelajari? Bahwa dari zaman Hippocrates sampai kedokteran modern sekarang, manusia hanya punya satu warna darah, yaitu merah!
9.8162.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.1K Beses bilang flesh and blood
Ipakita ang mga Review (62)
Read
+Library
Selfie Hurtness
Hai... Apakabar semua? Semoga sehat selalu ya... Author ngerti kalau endingnya masih begitu 'gantung' ya karena memang sebenarnya masih ada lanjutannya kok. Hehehe Ini sedang proses ya, jadi diharapkan bersabar. Yang tanya lanjutannya gimana, yang jelas bakalan banyak banget kejutan yang biki
Pepi Arastya
Ceritanya bagus..... sdh 3kali baca tapi kok masih bikin nyesek, marah sama tokoh-tokohnya, esmosi, sebel, semua rasa jadi satu tp kok nggantung gitu lhooo. Bagus sich utk pembaca mau nerusin sendiri ending-nya gimana. Bagaimanapun trima kasih utk yg buat cerita ini dan sukses slalu ......
Basahin ang Lahat ng Review
PELUKAN BERDARAH

PELUKAN BERDARAH

Tangan Vita bergetar hebat, pisau kecil itu terlepas dari genggamannya dan jatuh beradu dengan lantai, menimbulkan bunyi logam yang menusuk telinga. “Ah… ahk!” jeritnya parau, matanya membesar penuh ketakutan. Ia menatap kedua tangannya yang berlumuran darah, tubuhnya gemetar hebat. Nafasnya tersengal, dada naik turun tak beraturan. “Tidak… tidak…” bisiknya lirih, seolah menolak kenyataan. “Apa yang sudah aku lakukan…”
101.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 43 Beses bilang flesh and blood
Read
+Library
Bloody Revenge

Bloody Revenge

Ninda menanggapi. “Kamu enggak lihat? Ibu itu sudah sampai ujung.” Cowok itu menunjuk ke arah Farizka dengan gerakan matanya. Benar juga, batin Ninda. Gadis itu segera meraih gelas minuman yang hampir habis. Begitu menelan air berwarna merah yang ada di gelasnya, bau anyir langsung tercium sangat kentara. Rasanya amis. Ninda segera mengelap mulutnya dengan tisu. Betapa kagetnya dia. Itu … itu darah!
102.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 92 Beses bilang flesh and blood
Read
+Library
PREV
12
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status